Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDA Space Teens

Loading

Arti Paskah Bagi Saya

Tonny Hartato Yeoh's picture

Dulu waktu saya masih dibangku sekolah, natal adalah hari raya yang paling saya suka karena dicampur dengan suasana tahun baru yang penuh hiasan-hiasan natal, santa claus, pohon natal dan perlengkapan perayaan lainnya. Dulu saya mengira natal ini adalah hari yang sangat istimewa (memang sangat istimewa), saya mengira natal ini adalah hari yang paling mengesankan diantara hari jumat agung, paskah, dan pentakosta.

Hari paskah adalah hari kebangkitan Tuhan Yesus Kristus! Melewati hari demi hari ini saya merasa Tuhan Yesus tidak hanya bangkit dihari itu (maksudnya hari jaman dulu), namun sampai hari ini Dia bangkit bagi saya. Tanpa kebangkitanNya, saya tidak akan merasakan ada kekuatan yang lebih yang sangat menguatkan diri saya yang bersandar pada kekuatanNya, tanpa kebangkitanNya pasti saat ini saya akan merasa sia-sia jika saya ber-iman pada Tuhan yang mati. Namun Tuhan Yesus bangkit, hingga saya boleh merasakan kebangkitanNya itu dalam diri saya hingga pada akhirnya saya boleh bergembira karena saya memiliki iman yang tidak sia-sia, tapi iman kepada Tuhan yang hidup! Yang dimana tidak ada hal yang mustahil bagi Dia yang satu-satunya manusia yang bangkit dari antara orang mati.

Arti hari paskah yang terpenting bagi saya:

Pengorbanan melalui darahNya yang kudus, saya menyadari kalau saya bukanlah manusia yang bebas, saya adalah tawanan iblis yang terus bekerja bagi iblis untuk berbuat dosa, tidak ada perbuatan baik yang bisa saya lakukan kecuali perbuatan baik itu adalah untuk diri saya sendiri atau untuk orang yang saya kasihi yang padahal berujung pada penderitaan ke diri sendiri, kalau cinta kasih yang saya berikan akhirnya mengecewakan bagi saya. Namun Tuhan mengorbankan AnakNya yang terkasih yang satu-satunya untuk menebus kita dari tawanan iblis. PengorbananNya memberitau saya bahwa Dia telah membayar lunas kita untuk terpanggil keluar dari tawanan iblis, ini membuat saya sadar bahwa saya yang sebelumnya berada di posisi bekerja untuk iblis, sekarang harus berusaha melepaskan diri dari cengkraman iblis hingga berlari menuju kemuliaanNya, bersandar padaNya yang memberikan kekuatan untuk terus melangkah sesuai dengan titah-titahNya yang ditulis dalam Alkitab. PengorbananNya mengarahkan saya supaya tidak lagi berbuat baik untuk iblis, namun untuk melakukan perbuatan baik bagi kemuliaanNya yang menguduskan kita hingga kudus seperti Bapa disurga yang kudus.

Keunikan, hanya ada dalam Tuhan Yesus Kristus yang adalah satu-satunya jalan menuju kehidupan, tidak ada yang lain selain Dia yang berkata “Tidak akan ada satu orang-pun yang akan sampai kepada Bapa kalau tidak melalui AKU.” Tuhan Yesus yang saat itu adalah 100% manusia, Dia adalah satu-satunya manusia didunia ini yang pernah hidup dan bangkit dengan sendirinya, tidak ada yang bisa bangkit seperti Dia karena Dia adalah 100% Tuhan yang berkuasa atas dunia beserta isinya, atas yang mati dan yang hidup.

Kedaulatan Tuhan Yesus Sang Juruselamat, Allah yang suci tidak berkompromi terhadap dosa apapun! Terlihat saat Tuhan Yesus disalib diatas kayu salib, saat Dia disalib Dia sedang menanggung semua dosa kita, sehingga Allah memalingkan mukaNya dari padaNya. Oleh karena itu sebenarnya kita adalah orang yang tidak bisa diselamatkan lagi kecuali dosa tersebut dihancurkan oleh Allah sendiri. Tuhan Yesus Kristus yang adalah Allah itu sendiri telah mengorbankan diriNya hingga mati dikayu salib untuk menanggung semua dosa kita, dan olehNya dosa kita telah dihancurkan.

KebangkitanNya dan kemenangan atas dosa, saya merasakan saat-saat untuk belajar taat pada kehendakNya, seringkali bukan kemudahan dalam dunia ini yang saya dapati, namun lebih banyak adalah keterjepitan / kesulitan melawan diri sendiri yang kulihat dan kudapati. Namun kebangkitanNya membuat saya yakin dan percaya untuk maju terus dan sebisa mungkin ingin bertindak apapun sesuai dengan kehendakNya, karena ada kemenangan lebih dalam semua itu. Saat Tuhan Yesus mati dari kayu salib, saya ber-imajinasi bahwa iblis sedang tertawa lebar-lebar menertawakan Tuhan karena dia merasa sudah menang. Namun karena kebangkitanNya maka menang-nya iblis menjadi menangis. Disini saya sangat menyadari, seringkali dalam hidup saya ini kita mungkin kita tidak akan mendapatkan dengan apa yang kita inginkan menurut natur dosa kita, karena kita memilih untuk berada dalam kehendakNya kita sering terjepit seakan kita yang kalah telak. Sama halnya dengan Tuhan Yesus yang saat itu terlihat seakan-akan Dia kalah telak, namun ternyata bangkit dan iblis dikalahkan, nah kita juga demikian kita tidak mendapatkan apa yang kita ingini karena itu tidak sesuai kehendakNya, idealnya tidak apa-apa karena kita berharap pada kemuliaan Tuhan yang suatu kali akan dimenangkan dan bangkit bersamaNya. Arti ini sangat penting bagi saya, saya yang masih muda ini sering tergoda dan untuk jatuh dalam godaan iblis. Namun oleh karena kebangkitanNya membuat saya tidak ingin menyerah begitu saja, karena ada kemenangan yang lebih kalau semuanya kita lakukan untuk kemuliaanNya.

Cinta yang tidak bersyarat, Dia tidak hanya memberikan hujan dan matahari untuk orang percaya saja. Saya pernah berpikir kalau sebenarnya saya sebagai manusia tidak akan kuat untuk mencintai seperti Tuhan yang tanpa syarat, ketika saya mencintai / mengasihi seseorang tentu saya ingin ada timbal balik dari kasih tersebut maka berarti ini adalah bukan cinta yang tanpa syarat. Dulu saya suka berpikir jika seorang memberikan suatu hadiah pada pacarnya, maka apakah itu cinta yang tanpa syarat sperti Tuhan? BELUM TENTU! Karena kalau kita perhatikan dengan jelih, maka sebenarnya ada keinginan dari pemberian cinta tersebut, ada yang mengharapkan timbal balik, dan ketika sebagai objek yang dicintai tidak berespon maka kecewalah si pemberi cinta. Disinilah perbedaan cinta Tuhan dengan cinta manusia, cinta Tuhan itu cinta agape artinya tetap mencintai meski objek tidak merespon. Manusia tidak akan bisa dengan kuat melaksanakan cinta ini, saya pribadi sebagai manusia merasakan sangat membutuhkan Tuhan untuk bisa menjalankan cinta agape yang indah ini. Oleh karena itu jika dulu saya ingin berbuat baik karena mengharapkan untuk kebaikan sendiri, sekarang saya ingin melaksanakan cinta itu karena Tuhan yang menginginkan saya untuk memancarkan cinta, sehingga jikalau tidak ada yang merespon itu tidak apa-apa, toh saya hanya ingin melakukannya untuk Tuhan..

CintaNya yang tidak berkesudahan, arti yang paling penting bagi saya adalah besar cintaNya yang tidak berkesudahan, saya membayangkan Bapa disurga sedang menunggu kita untuk kembali padaNya. Dia menunggu kita, Dia tidak peduli betapa jahatNya kita yang telah sering melukai hatiNya dan mempermalukanNya dengan perbuatan-perbuatan dosa kita yang merusak namaNya. Cinta Tuhan terus hadir dalam hidup saya, baik itu berupa hajaran sebagai Bapa maupun berupa hadiah dariNya sebagai Bapa. Saya menyadari bahwa sebenarnya Tuhan tidak membutuhkan saya, namun sayalah yang membutuhkan Dia, tanpaNya hancurlah arah hidupku, tapi cintaNya tidak melupakan saya yang membutuhkanNya, Dia terus membimbing dan mengarahkan saya kearah cahaya kemuliaanNya. Tuhan Yesus adalah gembalaku yang baik, baik hajaranNya maupun hadiah sukacitaNya didunia ini, aku percaya semuanya adalah untuk membawaku dalam kemuliaanNya supaya boleh serupa sepertiNya yang kudus.

Sekarang kita tidak sendirian lagi, jika kita didalamNya maka Tuhan ada didalam kita.

Ini adalah arti kebangkitanNya bagi saya, sekarang apa artinya bagi anda? Saya tidak tau…., mungkin sama, atau ada yang lain. Akan tetapi semoga cerita dari hati saya yang singkat ini dapat menguatkan bagi siapa saja yang membacanya.

Tuhan memberkati

Presented by: Tonny Hartato Yeoh

 

Disclaimer | Situs ini dibuat oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) © 2008-2016 | Buku Tamu | E-mail: webmastersabda.org
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
Laporan Masalah/Saran