Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDA Space Teens

Loading

he tell a story bout "Adam's Apple"

in
minmerry's picture

tell u, papa g dulu sering bercerita darimana datangnya "Adam's Apple"

g masi ingat dulu setelah makan malam, g akan lompat ke pangkuan
papa, dia akan memeluk g dan mulai bercerita. he is not that smart, but
he is the most wonderful dad i ever had. (i have to mention, saat itu
perutnya buncit, haha)

nah. tapi dia tuh lucu...----dia tuh sering cerita ngulang ngulang,
tapi untuk jagain perasaan dia, g ga pernah complain or nyeletuk "duh
papa... uda hapal....", never. thats why, he loves me so much. but,
tanpa g berbuat apa apapun, dia sudah sangat mengasihi g.

papa uda dipanggil Tuhan tahun lalu. nah, g ga pengen menulis
tentang "how it feels when my dad gone...", but i wanna write bout how
incredible is he, oops.. was he.

he said...

dulu, pada saat Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, trus menempatkan
mereka di taman eden... nah, di sana, ada pohon yang buahnya ga boleh
dimakan. eh, ternyata Adam tergoda oleh Hawa dan memakan buah itu.
trus, pada saat Adam memakan buah itu, terdengar suara Tuhan, jadi Adam
keselek, trus selamanya jadi Adam's Apple...

itu cerita taman eden versi papa g.. bukan versi Kejadian 2. hehe...

walopun papa saat itu belum mengerti soal Yesus Kristus, tapi he knew bout part of Genesis. why? i'm not sure.

but, that time, g uda mengerti banyak hal. kenapa g ga terdorong
untuk menyampaikan injil? just a simple one. but i never start to do
that to my dad.

saat papa ada, orang yang paling mengasihi g adalah papa---sampai
umur 19 gitu, orang yang paling g kasihi adalah papa. kenapa? papa
mulai berubah, mungkin karena usia dan stroke yg dia alami. saat itu, g
sangat sakit hati memikirkan kenapa papa menjadi seperti "orang lain".
dan setiap kali memikirkan papa sudah bukan seperti dulu, i feel so
much lonely.

g masi ingat papa. asal g ingin mengingatnya, maka dengan mudah
semua scene yang pernah g simpan akan mudah nge-flash back gitu di
pikiran g.

honestly, selama bareng ama papa ke mana mana, dijagain ama papa, g
banyak melakukan kesalahan. baru sekali dipukul. pake sapu mannnn....
hahahaa... itu dia sakit hati sekali lho... dia yang sakit hati, haha.
mikir itu g jadi pengen nangis... but after he hit me, he called me to
sit with him and talked to me. i'm not sure why he was so mad at that
time. but, i know i have mad lots lots of mistake. until he gone.

may be he can chose not to have me as his daughter. yes, may be. but i'm sure, papa ga pernah berpikir begitu.

pernah suatu kali g bertengkar hebat ama mum. he waited and waited for me, he was so afraid i'm not going back to home.

u know, he is my daddy... no matter i made kesalahan apapun, in his eyes, i still his little girl who wear babydoll.

 

papa itu kasar, tapi sangat tulus. dia sering temenin g nonton to
liong to, ato film kaisar2 gitu, dia bisa nangis lho. dia bilang
"sedihnya..." hehe... makanya g sering godain dia. dia akan ketawa dan
bilang "ribut kali nih anak.... menganggu saja..."

but honestly (again), if papa masi ada saat ini, sebenarnya g juga
ga tahu harus bagaimana supaya bisa membuat dia lebih bahagia. tapi,
jelas, kehadiran g bagi papa uda sesuatu yang sangat besar. dia mau g
selalu ada dirumah, menemaninya ke mana-mana. orang yang dia percayai.
hanya g.

karena papa manusia biasa, haha, saat g memberanikan diri untuk
menyembunyikan rokoknya, dan pikiran logisnya uda mulai turun karena
usia, dia sudah mulai membenci g.

saat itu, saat g diuji, menyakitkan sekali saat g sadar, g ga pernah
bisa membalas 1/4 pun saja bagian dari besarnya kasih yang pernah dia
berikan. seberapa besar penyesalan g, g tahu-walopun diberikan
kesempatan sekali lagi.

Tuhan kasi g seorang papa. Tuhan juga kasi papa seorang putri.

g harap my future husband will tell our kids cerita yang lebih kreatif tentang Adam's Apple. hahaha...

Disclaimer | Situs ini dibuat oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) © 2008-2016 | Buku Tamu | E-mail: webmastersabda.org
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
Laporan Masalah/Saran