Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDA Space Teens

Loading

Malam Tirakatan di Kampungku

amelia's picture

Tujuhbelasan selalu memberikan suasana berbeda di kotaku (begitu juga kota-kota lainnya). Selain setiap rumah mengibarkan sang saka merah putih di depan rumah, setiap sudut jalan juga diramaikan dengan bendera berbagai ukuran dan warna yang bervariasi. Tidak kalah hebohnya, karena setiap kampung mengadakan acara malam tirakatan yang biasanya diramaikan dengan panggung amatiran, sambutan ketua RT, dan sekuali tengkleng kambing.

Beberapa hari sebelum malam tirakatan biasanya rumah kami didatangi oleh bapak-bapak yang mengedarkan undangan. Undangan itu berisi ajakan untuk mengikuti jalan sehat, berbagai lomba untuk anak-anak, dan karnaval sepeda hias.

Dulu setiap tahun aku tidak pernah ketinggalan mengikuti sepeda hias. Sebelum hari H, bapak dan aku sudah sibuk menghias sepeda miniku dengan kertas krep warna warni, tidak lupa memasang bendera merah putih kecil di setang sepedanya. Pada pukul empat sore kami sudah berkumpul di lapangan voli kampung, bergabung dengan peserta karnaval lainnya. Beberapa peserta datang terlambat, oleh karena itu karnaval yang sedianya diadakan pukul 5 sore harus molor selama setengah jam guna menunggu peserta lainnya. Kini aku tidak pernah mengikuti karnaval, aku sudah merasa terlalu besar sehingga lebih memilih untuk menonton di pingir jalan saja.

Aku tidak suka acara jalan sehat, karena diadakan pada pukul enam pagi. Itu artinya aku harus bangun sebelum pukul enam pagi untuk mengikuti jalan sehat. Apalagi kebanyakan yang mengikuti acara ini adalah ibu-ibu dan bapak-bapak. Keikutsertaanku dalam acara ini pun hanya sekedar menemani bapak.

Seperti anak-anak lain pada umumnya, acara yang paling kunantikan adalah berbagai lomba yang diadakan di (lagi-lagi) lapangan voli kampung. Lapangan yang hanya terdiri dari dua buah tiang untuk memasang net dan rumput yang hampir mengering ini sudah dipenuhi oleh anak-anak kadang ditemani orang tuanya sejak pukul tiga sore.

Lomba yang menjadi favoritku adalah lomba makan krupuk. Aku memiliki kiat khusus untuk memenangkan lomba ini. Begitu aku berhasil menggigit krupuk, aku akan menarik talinya kencang-kencang sehingga krupuk-krupuk peserta lain akan bergerak kesana kemari membuat mereka kesulitan melahapnya.

Aku jarang mengikuti lomba kelereng, aku tidak suka. Alasannya sederhana, karena aku selalu merasa sendok peserta lainnya lebih cekung daripada sendokku. Lihat saja sendok yang dipakai anak tetanggku yang tinggal di ujung jalan, cekung sekali sehingga kelerengnya tidak jatuh dan dia menjadi juara.

Jangan heran jiak lomba di kampung seperti ini, selalu ada seorang peserta yang mendapatkan pengecualian dari panitia, misalnya anak tetanggaku yang mentalnya agak terbelakang. Dia selalu menjadi "juara khusus" di setiap lomba. Setelah acara lomba selesai setiap peserta akan pulang ke rumah masing-masing, tidak perlu diumumkan kami sudah tahu kalau hadiah bagi pemenang akan diberikan pada malam tirakatan.

Aku dan bapak sudah berkumpul di jalan depan rumah pak RT sejak pukul enam sore. Kami memang datang lebih awal supaya bisa mendapatkan tempat duduk yang enak. Walau setiap lomba diadakan di lapangan voli, tapi malam tirakatan selalu diadakan di depan jalan rumah pak RT. Aku tidak tahu kenapa, padahal cara ini membuat jalan terpaksa ditutup sejak pagi hari. Sejak pagi bapak-bapak yang menjadi panitia di kampung kami sudah mendirikan sebuah panggung kecil dan menggelar tikar untuk duduk. Lampu neon dipasang di beberapa tempat, tidak lupa mereka juga menyiapkan dua buah speaker besar di ujung belakang tikar. Siapa pun yang duduk di belakang nanti sebaiknya memiliki jantung yang kuat karena mereka akan duduk tepat membelakangi speaker.

Aku dan bapak memilih tempat agak ke depan, alasannya sederhana kata bapak biar gampang mengambil hadiah lomba dan doorprize. Setelah semua tetangga datang acara dibuka dengan sambutan dari bapak ini dan itu. Disambung dengan lomba baca puisi, menyanyi, dan pantun. Aku kurang memerhatikan jalannya acara, aku lebih tertarik memerhatikan seorang bapak yang terkantuk-kantuk mendengarkan ibu RT membaca sejarah kemerdekaan Indonesia.

Akhirnya acara yang kutungu-tunggu tiba, penyerahan hadiah oleh ketua RT bagi pemenang lomba. Dengan mantap aku naik ke panggung menerima hadiahku sebagai juara 1 lomba makan krupuk. Aku memperlihatkan bungkusan berwarna merah keemasan pada bapak dengan bangga. Bapak juga memenangkan sebuah doorprize malam itu, bungkusannya tidak berat, tapi agak berat.

Acara terakhir adalah acara makan-makan, kami pun mulai mengantri di belakang sekuali penuh tengkleng kambing. Setelah kenyang kami tidak lupa mengambil semangkuk es cendhol. Di sudut lain tampak beberapa ibu-ibu sedang menyiapkan kue-kue kering dan dodol, aku sudah terlalu kenyang sehingga berencana untuk membawa seplastik kue kering nanti. Lagipula ibu sudah menyiapkan sebuah kantong plastik bersih untuk membawa pulang makanan.

Setelah benar-benar kenyang dan jam menunjuk pukul 11 malam, bapak mengajakku pulang. Di rumah aku sudah tidak sabar membuka hadiahku yang berwarna merah keemasan. Seperti tahun-tahun sebelumnya isinya adalah tiga buah buku tulis dan sebuah bolpoin (juara dua mendapatkan dua buah buku tulis dan sebuah bolpoin, sedangkan juara tiga mendapatkan sebuah buku tulis dan sebuah bolpoin). Adik-adikku berebut membuka hadiah doorprise bapak, ternyata isinya adalah sebuah rantang makanan yang terbuat dari alumunium. Ibu membuka plastik titipannya yang sudah penuh kuisi kue kering. Malam itu kami bercerita tentang malam tirakatan dan bapak-bapak yang mengantuk mendengarkan ibu RT membaca sejarah kemerdekaan RI sambil makan kue kering.


Terimakasih bagi para pahlawan bangsa yang telah memperjuangkan tanah Indonesia, kalian telah memberikan kemerdekaan bagi kami untuk mendapatkan hidup yang lebih baik.

17an

rachel's picture

wah seperti nya asik sekali yah,..
berbeda dengan di tempatku
tahun ke tahun malah makin membosankan saja...

• the kingdom, the power, and the glory, are Yours 4ever •

<- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

• the kingdom, the power, and the glory, are Yours 4ever •

Disclaimer | Situs ini dibuat oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) © 2008-2016 | Buku Tamu | E-mail: webmastersabda.org
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
Laporan Masalah/Saran