Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDA Space Teens

Mengampuni itu Melegakan

gabriel's picture

Mengampuni itu Melegakan

Pada saat aku masih duduk di bangku SMP, aku punya teman. Ya, sebut saja namanya Jojon. Si Jojon adalah murid yang paling pintar di kelasku. Bukan hanya pintar, dia juga jago olahraga, kaya dan populer di kelas. Jojon juga merupakan murid favorit guru-guru di sekolahku. Namun sayangnya, aku dan jojon tidak begitu akrab. Kita bisa dibilang sebagai musuh abadi. Permusuhan kita dimulai pada saat MOS/ masa orientasi sekolah. MOS di sekolah ku itu berbeda dengan MoS yang ada di SMP lain. Setelah beberapa hari digojlok di sekolah, kita pergi untuk camping di hutan. Di camping kita dibagi-bagi jadi beberapa kelompok. Di situ aku sekelompok sama si Jojon. Dia dipilih menjadi ketua kelompok olehku dan teman-teman sekelompokku Karena dia orangnya memang cenderung pemberani dan PeDe. Pada saat itu aku memang masih jarang ngobrol sama dia, tapi aku pun akhirnya memberanikan diri untuk coba ngomong sama dia. Kebetulan waktu itu dia lagi ngumpul dengan beberapa orang (orang-orang ini nanti yang akan jadi anggota geng Jojon selama 3 tahun ke depan). Pada saat aku coba basa basi, bukannya nge jawab, eh dia malah ngejek aku. Aku pun cuma tertawa karena aku pikir dia cuma main-main. Namun hari besoknya saat kita hiking ke dalam hutan, dia tiba tiba ngedorong aku. Aku pun kaget dan jatuh. Memang sih jalannya ga begitu terjal dan aku pun tidak luka-luka. Tapi waktu itu aku bener-bener sakit hati dan malu. Di situlah permusuhan kita di mulai. Selama 3 tahun smp, aku terus di ejek, di fitnah, dan lain-lain. Yang bikin parahnya lagi adalah guru-guruku semua pada memihak si jojon. Maklumlah bapaknya emang cukup berpengaruh di yayasan sekolahku dulu. Jadi pada saat aku difitnah, semua guru langsung menghukumku tanpa pikir panjang. Aku bener-bener marah sampai ingin untuk pindah sekolah. Panjang cerita dendamku terbawa sampai aku SMA. Meskipun kita tidak satu sekolah, tetapi kadang-kadang aku ingat dengan wajahnya yang nyebelin itu. Dadaku rasanya sesak setiap hari dengan adanya dendam akan si jojon. Sampai suatu hari aku mendengarkan Firman Tuhan di gereja tentang mengampuni. Entah mengapa, air mataku langsung keluar. Pikiranku tiba-tiba jernih dan entah mengapa aku pun tidak marah lagi sama si jojon. Aku berkata dalam hati "Tuhan maafkan aku yang telah menyimpan dendam ini" dan aku pun akhirnya memaafkan dia. Yang aku rasakan pada saat waktu itu adalah semua beban-bebanku dilepaskan dengan seketika oleh Tuhan Yesus, dan akhirnya aku pun tidak lagi mendendam. Apakah ada dari teman-teman yang mendendam seperti saya? Jika kamu dendam dengan seseorang, berdoalah kepada Tuhan memohon pengampunan bagi dia dan juga dirimu sendiri. Memang itu berat, tapi pikiran, hati, dan tindakanmu akan jauh lebih baik jika kamu mau untuk memaafkan mereka. Tidak ada gunanya mendendam, yang ada adalah semua waktu, emosi, dan pikiran kamu yang berharga akan terkuras membawa dendam itu. Tuhan Yesus sendiri yang mengajarkan kita untuk memaafkan dan mengasihi musuh kita. Jadi berdoalah dan ma afkan mereka, dan kamu akan merasa jauh lebih baik dan senang !

Disclaimer | Situs ini dibuat oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) © 2008-2019 | Buku Tamu | E-mail: webmastersabda.org
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
Laporan Masalah/Saran