Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDA Space Teens

Loading

Past, Present, Future

minmerry's picture

here i am. in the beautiful evening, wrtting a blog.
 
Mengagumi daun daun yang jatuh tertiup angin, menangis sepenuh hati menonton Endless love, My sassy Girl –yes adalah hal yang biasa. Mengidolakan J.K Rowling, Stephenie Meyer, Shonda Rhimes dan hanya satu corner fave saya di toko buku---- dan taruhan deh, anda tahu. 
Itu saya, Melankolis. Tentu saja.
 
Menonton FILM, documentary, bbc-biography, konser. Mendengarkan Handell, Bach, Beethoven, mozart.. dan beberapa diantaranya—maaf, harus saya akui tidak hapal ejaan penulisaannya. Deretan buku : Bible Commentary, Brain based Learning, Postmodernisme (ini tipe buku-buku pengantar “bobo malam”nya). Mengidolakan Martin Luther. 
Itu dia. Dia dalam arti kata pengganti orang ketiga… 
Dia, orang yang menyebut diriku adalah Past, Present and Future… yang lalu, sekarang dan masa depan. 
Tak salah lagi, sanguin. 
 
Jika melangkah ke toko buku, masuknya emang bareng... sampe di dalam, tanpa di aba-aba, automatically, we turn to a different direction… dia ke filsafat, tipikal buku buku yang Cuma ada 1-2 pcs di stok… dan dengan sedikit melompat-lompat, saya akan ke bagian yang paling terang, paling berwarna dimana deretan Nora Robert, Danielle Steel mudah terlihat dengan stok yang tidak pernah habis.Tapi sungguh menyentuh hati jika dia sudah selesai observing, dia akan mencari saya. Tanpa banyak bicara, dia akan meraih buku dalam genggaman saya, membaca judulnya- Dengan terang terangan mencela buku yang saya pilih dengan senyum-dan walau begitu dia akan membawanya ke kasir dan membelikannya untukku. 
 
Sejujurnya, disekelilingnya, banyak yang membuatku terusik. Karena mereka yang berada disekelilingnya adalah orang orang terpilih yang bisa membantu dia. Bukan karena minder, tapi dia memang tidak membutuhkan saya untuk sesuatu yang seperti: pergi dengannya ke seminar, meeting, diskusi… Benar, ini menyebalkan… tapi sekaligus itulah inti perbedaannya. 
Dia mencari saya untuk hal hal seperti: menemaninya mendengarkan lagu-lagu yang didengar mahasiswa jurusan musik di semester akhir. Menemaninya dan mendengarkan setiap detail kerumitan pikiran dan pertimbangannya. Menunggu dengan sabar jika dia tidur, dan memukulnya sampai bangun jika uda nunggu sampe bosan. Kadang aku sangat yakin, posisiku akan mudah sekali tergantikan dengan seekor golden retriver. 
 
Meyakinkanku, untuk tidak berharap banyak dari dirinya untuk merayakan hari ulang tahun saya yang ke 23, bahkan dia sudah terlebih dahulu meminta maaf karena menurut dia, dia pasti lupa. Dan dengan polosnya, saya meyakinkan diri sendiri, dia akan lupa. 
Sore ketika 29 januari, dari lantai bawah BakeShoppe tempat saya bekerja, Sanny membawa mawar merah dan mocha cake ke ruangan saya. saat itu, Waktu benar benar berhenti untuk ku saat itu. Mereka semua yang dibawah bersorak mengucapkan kata kata seperti, 
“Kak, kakak ulang tahun hari ini?”, 
“Selamat ya kak…”, 
“Bunganya cantik”… 
 saya berjalan ke arah pintu dan melihat keluar, seolah bisa membaca pikiranku, mereka menjelaskan, “Orangnya sudah pergi, kak. Yang tinggi itu khan?” 
dalam hatiku berkata,…ya itu dia. 
Setelah menyalami dan menerima ucapan mereka, sesuatu yang panas meleleh, mengalir dari mataku.
 
Sudah kubilangkan, melankolis. 
 
Dia yg sudah melarikan diri, tertawa di dalam mobil mengaggumi kejutan yang baru dia berikan untukku.
Sekali lagi, Sudah kubilangkan, sanguin. pengaggum diri sendiri yang rendah hati.Sulit untuk mengalahkan dia.
Betapa sanguin dirinya, tidak akan mengangguku. Tapi tingkat melankolik-ku yang akan selalu membuat dirinya khawatir.
 
 
Walopun kalimat tadi penuh gerutuan, saya akan adil dengan menyebutkan, dirinya akan membawaku menikmati makanan-makanan favorit saya. Dia akan memesan menu yang sama dengan kesukaan saya, bedanya, dia memesan dalam porsi besar. Setelah disajikan, dia akan dengan cepat, memindahkan extra bakso miliknya ke mangkuk saya. sama halnya dengan mie pangsit, bakso, steak, apapun yang dia rasa enak. Hampir separuh dari mangkuknya, akan pindah ke mangkukku. Dia akan pura-pura marah/kadang sungguh-sungguh marah jika melihat cabe yang saya masukin ke mangkuk. Dan menatap saya makan adalah bagian kesukaannya.
 
Dimulai Kedekatan pertama kami di sekolah, dimana dia melangkah masuk kedalam kelas dengan buku setebal kamus b.inggris yang lengkap dengan thesaurusnya. Kelas kami tidak pernah semenarik itu dengan guru manapun selain pelajaran dia. Padahal yang dipelajari ga akan berbeda, virus, bakteri, mutasi, gen, reproduksi, respirasi. Sama. 
 
Beberapa tahun yang cukup rumit sesudahnya. Memang sangat romantis kalo dipikir pikir, jatuh cinta pada seorang guru. Semua pasti pernah menyukai guru di masa masa sekolahnya. Namun, sedikit pun ga akan terdengar  bagus apalagi romatis, kalo nanya pendapat guru PPKn… selama disekolah, kedekatan kami sungguh “Professional” seorang guru dan murid. Efeknya bagus, saya tiba-tiba rajin mengerjakan tugas, ga akan berpikir dua kali untuk mengangkat tangan dan bertanya. Sayang sekali, saya selalu terlambat menjawab pertanyaan. Dia tidak akan dengan sengaja mendekatiku. Cuma…, yah, dia hapal jadwal lesku. Haha. 
 
Katanya, Dia akan tetap membaca Filsafat, dan duduk disebelahnya, dia harap akan ada diriku tertawa untuk puluhan halaman pertama breaking dawn dan menangis untuk sisanya.
 
Dia menyebutnya past, present and future.
 
 
 
07-Feb-2009
Writing for MIX FM Valentine Story Competition
 
 
 
 
 
 
 
 
so, u think i won the competition? yes, haha, i won.
 
coz who?
coz i wrote bout the one i love most. 
coz i prayed, and put my hope, wish to Lord, Babe di surga.
so, all up to Him.
 
he likes this story. so, he told me to post this story up here. di pasar. yeah,he reads my blog. hehe. g percaya di pasar kita juga ada "romantic corner", am i right? hehe. so, maaf, kalo ada kesan sombong... hehe, ga bermaksud menyombongkan diri. so i apologize... ^-^
 
so, malam  itu, g uda lupa itu malam pengumuman pemenang, pas di telp, eh langsung on air. so happy. so happy. sangke jauh lebih happy. dia nanya sampe sedetail detailnya. haha. we celebrated with my fave meal : MIE PANGSIT. nyam.nyam.nyam.
 
 
 
mungkin nih, (dalam imajinasi g), Tuhan, di surga juga hepi, juga ikutan loncat loncat (may be) karena liat g gitu seneng. haha. may be, Tuhan juga ceritain ama malaikat, ama Abraham, dll, with anthusiasm, ada si min min yang menang lho... haha. mungkin ga yah? trus mungkin Rasul Paulus geleng geleng kepala baca tulisan g, kira kira dia mikir apa ya? mungkin dia mikir, dulu kog ga nambahin "surat untuk para jemaat blogger". (no offense, unsencored imagination only, haha...)
 
 
 

 saying loph me...

 

kira kira, gimana yah perasaan Yesus, tahu ada yang sudah menulis Dia di past, menulis tentang Dia di present, dan juga menulis Dia di Future? awesome. 

apakah Dia juga akan berdebar debar setiap kali umat-Nya sedang membaca tentang Dia yang di Past, Present dan Future---menantikan reaksi umat-Nya? 

hehe, g ga berani menanyakan pertanyaan ini ama EV. Joshua pas P. A semalem. haha. 

 

m i n

Disclaimer | Situs ini dibuat oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) © 2008-2016 | Buku Tamu | E-mail: webmastersabda.org
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
Laporan Masalah/Saran