Skip to main content

Hi teenagers,

Sudahkah kamu berdoa hari ini ?

Pasti sebagian besar dari kamu menjawab "Sudah !". Saya berdoa 2 kali ! (seperti iklan minum yakult) hehehe. Bagus sekali kalian menjawab sudah. Namun coba saya menanyakan pertanyaan Pertama : Apa yang kamu doakan hari ini ? 

Nah lo !

Ternyata untuk jawaban pertanyaan ini sebagian besar orang bengong ! Bagaimana dengan kamu ? Apakah bengong juga ?

Itulah kenyataan kehidupan doa orang Kristen. Berdoa tanpa ada permintaan khusus, tanpa ada sasaran doa. Seakan-akan berdoa agar matahari terbit esok hari, begitu umum sehingga tidak perlu dijawab oleh Tuhan.

Mari kita lihat contoh pola doa dari Tuhan Yesus.

(Mat 6:10)  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Apa yang Tuhan doakan ? Dia berdoa agar kerajaan Allah dapat terwujud di bumi dan kehendak Bapa dapat terjadi di bumi seperti di Sorga. Betapa hebatnya doa ini. Yesus mengajar kita berdoa supaya kerajaanNya dapat datang diatas bumi. Kapan hal ini bisa terwujud ? Kalau Tuhan mendapatkan sekelompok orang yang menghambakan dirinya, tunduk 100% pada kehendak Tuhan sehingga pemerintahan Tuhan secara utuh dapat terlaksana atas diri sekelompok orang ini. Tuhan saat ini terus mencari orang-orang muda yang mau mendedikasikan dirinya untuk Tuhan demi mewujudkan datangnya Kerajaan Allah di bumi dan kehendakNya terjadi di bumi. Inilah doa yang mempunyai sasaran yang sangat jitu. Bukan doa sekedar permohonan untuk diri sendiri, tetapi berdoa agar kehendak Bapa bisa jadi di bumi. Bagaimana denganmu ? Maukah belajar berdoa secara demikian ? Doa seperti ini adalah doa mencari kehendak Allah.

Kalau kalian mau, pertama-tama bersekutulah dengan Tuhan, datanglah ke hadiratNya untuk menjamah kehendak hati Bapa. Setelah kamu mendapatkan kepastian akan kehendak Tuhan, doakanlah maksud hati Allah. Inilah doa tingkat tinggi.

Pertanyaan Kedua tentang doa adalah : Jika kamu mengaku setiap hari berdoa, sudah berapa kali doamu di jawab oleh Tuhan ?

Kalau kamu tidak tahu, mengapa bisa demikian ?

Kita harus belajar mempunyai buku catatan doa. Di buku tersebut, buatlah tabel "No, Topik Doa, Tanggal di jawab, Keterangan". Kolom keterangan bisa diisi dengan cara Tuhan menjawab doamu, apakah dengan mujizat, dengan perantaraan teman dan sebagainya. Dengan mempunyai buku doa, kamu dapat melihat sudah berapa banyak doamu di jawab oleh Tuhan dan berapa banyak yang belum di jawab.

Dengan melihat tabel tersebut, kamu memiliki fokus doa yang lebih akurat.

Nahteenagers yang terkasih, Yuk kita berdoa !

Keywords