Skip to main content

Saat aku membutuhkan bantuan sahabat, namun tak ada yang dapat membantu.

Baru kusadari betapa kecewanya aku akan penolakan-penolakan itu.

Pertolongan yang sebenarnya dapat dengan mudah ia lakukan untukku.

Tapi sekarang seakan sia-sia semua hubungan persahabatan kami yang telah terjalin begitu lamanya.

Saat ia memerlukan bantuanku,aku selalu berusaha sekuat tenaga tuk membantunya ..

Betapa kecewa diriku, sakit hatiku mengetahui kenyataan ini..Merasa tak di anggap membuatku menangis akan sikapnya...

Walau ia mencoba tuk meminta maaf, tapi sulit sekali bagiku tuk memaafkannya..

Saat malam hari ketika akan berdoa dan membaca alkitab,ada beban di hatiku,teringat akan ayat alkitab tuk dapat mengampuni sesama.

Kusadari bahwa sahabat juga hanyalah seorang 'manusia' biasa yang juga dapat melakukan kesalahan.

Hanya Yesus Kristus sahabat sejatiku,yang akan dengan sabar mendengar keluh kesahku dan dengan kuasa-Nya akan senantiasa menolongku.

Malam itu juga ku ambil keputusan untuk tidak mengecewakan Yesus..

Memaafkan sahabatku,memulai semua dari awal lg.

 

 

Keywords