hhhhhhhhhhhhhhhh,...
Jesus,.. aku sudah tak kuat lagi,.. semuanya terlalu berat bautku,..aku sudah tak sanggup lagi,.. apa yang harus kulakukan sekarang,. aku tak tahu,.. apa yang akan terjadi nanti Jesus????? kenapa semua ini terjadi?? apa yang Kau mau??
Kau ambil semuanya,.. Kau lakukan semuanya,..
Aku tak tahu apa yang harus kulakukan... semuanya terlalu berat buatku,..
aku tak bisa lagi melakukan apapun...
Sekarang,.. aku benar-benar sendiri Tuhan..
disinilah aku sekarang, berada di sisi tempat tidur Bintang, memgang tangan kecilnya yang tak mau lepas dari tanganku.. Rasa sakit di tubuhnya karena bekas suntikan dokter mungkin masih terasa di tubuhnya,... meskipun matanya terpejam, namun air matanya masih menetes..
tak bisa kubayangkan sesakit apa tubuh Bintang. sejak dari kandungan, tubuhnya telah digerogoti oleh penyakit akibat kesalahan Papa, dan sekarang, dia harus merasakan sakitnya jarum suntik tiap hari.
setiap hari, lebih dari dua kali Bintang harus merasakan jarum suntik yang masuk ke dalam tubuhnya. berbagai macam obat-obatan diberikan oleh dokter buat dia. dengan alasan, berusaha melakukan yang terbaik selagi ada kesempatan,.. meskipun sebenarnya aku tahu,.. kalau kesempatan itu sangatlah kecil...
tangis Bintang selalu memecah tiap kali para suter dan dokter itu datang,.. ,mereka seakan-akan menjadi momok bagi Bintang. tangan kecilnya selalu memegang erat tanganku saat dilihatnya para perawat, suster, atau dokter yang datang ke arahnya. bahkan tak jarang, dia langsung memelukku sambil menangis dan berkata, kalau dia nggak mau disuntik.
ingin sekali aku membawanya pergi... aku nggak tega Jesus, melihat kondisinya yang seperti ini... :(
beberapa hari yang lalu, Bintang bangun dengan kondisi yang sangat parah. hari itu juga Bintang langsung dilarikan ke rumah sakit dan langsung dirawat di ruang isolasi..
sejak papa emninggal, Bintang memang sudah difonis memiliki penyakit yang sama dengan papa, juga mama. setelah kejadian papa, semua tentang keluargaku langsung terbuka. soal penyakit papa dan mama yang sebenarnya, yang menyebabkan mereka berdua meninggal, juga siapa sebenarnya keluarga papa dan mama..
dengan semua kejadian yang berturut-turut ini, aku jadi bisa mengenal siapa sebenarnya mereka..
ketika papa berada di atas, mereka semua ada, mereka seakan-akan adalah malaikat yang selalu menerimaku dan adik-adikku, namun, di saat semuanya berubah, merekapun mulai menunjukkan siapa mereka sebenarnya. awalnya, mereka berusaha menjauh dari keluargaku. dariku, dan adik-adikku,.. sikap mereka mulai menjadi dingin,..
dengan kejadian Bintang yang harus masuk rumah sakit, semuanya semakin bertambah buruk. hanya aku yang menjaga Bintang selama 2 jam. tak satupun dari mereka semua yang muncul. bahkan. mereka justru memfitnahku dengan semua tuduhan-tuduhan yang sanagt nggak masuk akal. Entah bagaimana caranya, tiba-tiba saja berita tentang Bintang masuk ke dalam koran lokal. hingga riwayat penyakit mama dan papa juga masuk ke dalam berita di koran itu. Foto Bintang pun juga masuk ke dalamnya. benar-benar suatu hal yang aneh !!! padahal tak seorangpun yang pernah kuceritakan mengenai kondisi Bintang yang sebenarnya. kapan ada yang memotert Bintang di rumah sakit, aku juga tak pernah tahu.
keluarga papa semakin menjadi mengguncingkaku terus dan terus. Keluarga mama juga langsung tak ada kabarnya. aku benar-benar jatuh. tersungkur, tertelungkup, dan tak sanggup lagi melakukan apa-apa. aku sudah tak tahu lagi apa yang akan ku lakukan.
seringkali air mataku menetes, tanpa aku tahu sebenarnya aku menangis karena apa. Namun, saat aku melihat Bintang, aku menjadi kuat. Aku harus bisa menjadi kekuatan buat Bintang. aku harus bisa membuat Bintang tetap kuat menghadapi semua yang dia alami sekarang ini..
"Tuhan, bantu aku. Apa yang harus kulakukan sekarang?? Aku nggak sanggup dengan semua ini..." ucapku lirih saat aku mengemasi baju Bintang untuk kubawa ke rumah sakit. Ini adalah kali pertama aku memanggil nama Tuhan, dan meminta tolong kepadanya,..setelah sekian lama, aku hanya mengenal dia melalui liturgi gereja. ini adalah kali pertama aku benar-benar merasakan kebutuhan dan kerinduanku akan Dia.. benar-benar merasakan, ada bagian di hatiku yang sangat kosong..dan begitu menyakitkan,.. bukan karena kehilangan mama dan papa,..bukan karena semua kejadian yang aku alami,..
tiba-tiba saja aku teringat akan Tante Ester.. seorang tante yang dulu menjadi tetanggaku, yang menawarkan kepadaku untuk mejadi anak asuh seorang pendeta, yang juga mengcover dia,.. saat itu, aku benar-benar menolak dia, bahkan aku juga sudah lupa. Namun, entah mengapa, sekarang aku tiba-tiba teringat dia, dan ada dorongan yang kuat untuk menerima tawarannya untuk menjadi anak asuh pendeta itu. meskipun aku tak pernah tahu, seperti apa pendeta itu, dan bagaimana dia.
saat itu juga, seperti ada sesuatu yang begitu mendorongku untuk menghubungi tante Ester. tak ku sangka, tante Ester langsung merespon dengan cepat. saat itu juga, tante Ester langsung menemuiku dan mengajakku untuk berbicara. entah apa yang terjadi padaku, aku bisa menceritakan semuanya kepada tante Ester, semua yang selama ini hanya kupendam sendiri.
aku juga langsung memberi tahu kepada Aldo dan keluarga papa, juga keluarga mama, soal keputusanku..
keluarga papa nggak terima Jesus,.. mereka langsung mengambil langkah untuk memojokkanku. bahkan untuk menyiksaku lebih tepatnya. mereka langsung melaksanakan rencana mereka untuk membawa Bintang dan Aldo ke jakarta. kata mereka, di sana ada keluarga yang akan merawat Bintang dan ALdo. seribu alasan yang mereka berikan, hingga akhirnya mereka mnegaku kalau mereka nggak mau untuk merawat Bintang yang sedang dalam kondisi sakit. padahal, rencananya, bukan hanya aku saja yang akan menjadi anak asuh pendeta itu,.. namun juga kedua adikku.. tapi keluarga papa tak ada yang menyetujuinya. mereka sangat berusaha untuk memisahkan aku dengan Bintang dan ALdo.
hampir dua minggu Bintang berada di rumah sakit. seminggu setelah aku memanggil Tuhan dan meminta bantuanNya, mengaku bahwa aku tak sanggup,,mukjizat terus dan terus terjadi. terutama bagi Bintang. kondisinya langsung membaik, berat badannya naik, bahkan dokterpun dibuat bingung oleh kondisi Bintang.seminggu yang lalu, Bintang seperti seorang anak yang sekarat, namun sekarng, dia seperti seorang anak yang menjenguk pasien lain.
dukungan doa dari komunitas Papi,(pendeta itu kini kupanggil Papi) yang setiap hari terus dan terus, membuat semuanya berubah. Bintang juga semakin tampak ceria.
dua hari sebelum masuk tahun pelajaran baru di sekolah, Papi dan Mami datang ke rumah sakit dan menjemputku. mereka langsung memintaku dari keluarga papa,dan membawaku pulang ke rumah baruku bersama dengan mereka...
di malam terakhir Bintang di rumah sakit, aku datang menemaninya,.. membelikannya es krim, bakpao, makanan kesukaannya,..
adikku kini begitu sehat dan segar. lincah dan cerewet. senyum dan tawanya tak pernah hilang...
hanya tinggal hitungan jam saja, maka aku tak akan lagi bisa melihat dia Jesus..
aku ingin sekali memeluknya dan membawanya pergi dari rumah sakit ini Jesus,.. agar dia tak usah dipindahkan ke Jakarta, dirawat oleh orang yang tak kukenal sama sekali, bahkan keluarga papa pun tak pernah mengenalnya. dan entah kapan, aku bisa bertemu kembali dengan Bintang,..
Jesus, dia adalah bintang hidupku,..yang selama ini selalu bersinar, memberikan aku kekuatan untuk tetap berdiri dan menggenggam tangannya..
kereta yang membawa Bintang dan ALdo ke Jakarta sudah berangkat, saat aku berada di sekolah untuk memulai tahun ajaran baru di kelas dua SMA...
saat aku bersama dengan keluarga baru yang kini menjadi keluargaku,.. bersama Papi dan Mami, juga anak mereka, dan anak asuh lainnya,.. dengan komunitas yang dipimpin Papi,..dengan semua kehidupan baru yang masih asing bagiku,..
Jesus,.. terima kasih,.. engkau masih memberikan aku kesempatan untuk memiliki keluarga lagi,..
mengijinkanku untuk berpisah dengan Adikku...
terima kasih buat semuanya.......
Sebulan bersama dengan Papi dan Mami, Tuhan benar-benar mengubahkan hidupku. Aku menjadi manusia yang lahir baru, dan dibabtis Papi. semua yang kualami dengan mereka menjadi sebuah hal yang indah di dalam Tuhan. kekuatan yang baru terus kuterima dariMu Jesus,..
terima kasih buat pemulihan dan kemenangan demi kemenangan yang terus Engkau berikan buatku,.. PembentukanMu yang begitu luar biasa di hidupku,..
terima kasih banyak Jesus...
baru kusadari, kalau aku telah menyia0nyiakan 16 tahun kehidupanku dengan urusan-urusan dunia yang sangat tak berarti,.. baru kusadari,.. mengapa Kau lakukan semua ini di dalam hidupku,.. dan aku kini bersyukur dengan semua ini...
Bintang meninggal Jesus,.. sama seperti apa yang sempat Kau katakan kepadaku,.. Kau menyuruhku untuk menyerahkan Bintang kepadaMu secara total..
saat aku bercerita ke Papi, kata Papi ada 2 kemungkinan,.. Bintang akan Engkau panggil, atau Dia akan menjadi hambaMu secara total seperti Papi,.. yang menyerahkan seluruh hidupnya hanya kepadaMu,.. dan ternyata yang Kau mau adalah Dia kembali kepada Bapa dan menikmati hidup kekal,..
terima kasih Jesus,.. Bintang kecilku telah mengenal Engkau sebelum dia kembali kepadaMu,....