Skip to main content

rabu kemarin (1 juli 2009) saat aku diajak berbicara tentang pelayanan
oleh seorang hamba Tuhan atau pendeta. Hamba Tuhan ini bercerita
tentang Daud. pasti semua teman2 disini sudah tahu cerita Daud yg
membunuh Goliat.

hamba Tuhan ini bertanya kepada saya dan kakak saya:

"Daud
itu terlihat LUAR BIASA kan? kenapa Daud terlihat Luar Biasa?" sampai
ada nyanyian Saul membunuh beribu-ribu, Daud membunuh berlaksa-laksa.

kembali
ke cerita Daud VS Goliat. hamba Tuhan ini bertanya: "sebenernya apa yg
dilakukan oleh Daud untuk membunuh Goliat? bukankah cuma melempar batu
ke arah Goliat? Bukankah anak SD pun bisa melempar batu? anak TK pun
bisa melempar batu."

lalu
nabi Musa, apa yg dilakukan Musa. bukankah cuma memakai tangannya,
dengan mengulurkan tangannya ke atas laut, maka terbelah laut itu?

Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. (Keluaran 14:21)

hamba Tuhan itu bilang, anak kecil juga bisa mengulurkan tangan ke atas laut.

atau saat Musa dan Harun lalu membuang tongkat yg menjadi ular. bukankah anak kecil juga bisa kalau cuma membuang tongkat saja?

contoh lain lagi, saat Musa ke sungai Nil untuk mengubah sungai Nil menjadi darah. bukankah yg dilakukan Musa cuma memukul
air dengan tongkat? bukankah anak kecil juga bisa, untuk memukul air dengan tongkat?

lalu kenapa kok jadi Luar biasa semuanya?

bukankah yg dilakukan Musa dan Daud pada contoh diatas, bisa dilakukan oleh anak kecil?

hamba
Tuhan itu meneruskan perkataannya: sebenarnya yg dilakukan oleh Daud
maupun Musa pada contoh diatas bukanlah melakukan hal2 yg luar biasa,
tapi melakukan hal-hal yg biasa saja. yang membuat hal-hal biasa
menjadi luar biasa, bukankah semuanya dilakukan oleh TUHAN?

jadi marilah kita melakukan hal-hal yg biasa, biar TUHAN yg membuatnya menjadi luar biasa.

hamba Tuhan ini membuat ilustrasi tentang orang2 yg tidak puas dengan karunia yg dimilikinya:
ada seorang supir truk dengan seorang direktur.
saat supir truk mengemudikan truk-nya, dia akan terlihat luar biasa.
sebab dia mahir mengemudikan truknya. karena supir truk ini ngk puas,
maka dia mencoba-coba untuk menjadi direktur. karena memang supir truk
tidak punya talenta atau karunia sebagai direktur, maka supir truk ini
terlihat bodoh. begitu pula sebaliknya, jika direktur mencoba-coba
menjadi supir truk, maka akan terlihat bodoh. tetapi kalau direktur
tetap bekerja menjadi direktur, dan supir truk tetap menjadi supir
truk. maka kedua-duanya akan terlihat luar biasa, sebab mereka
melakukan pekerjaan sesuai dengan karunia/talenta yg mereka punyai.

jadi kita akan terlihat luar biasa kalau melakukan bagian kita, bila
kita mencoba melakukan yg bukan bagian kita, kita akan terlihat bodoh.

mohon tanggapannya....

salam
Dedy Yanuar

Keywords