kenapa sih Tuhan mengeraskan hati Firaun ketika Musa dan Harun menghadap kepadanya??? kenapa Tuhan dengan sengaja membuat firaun nggak mau mengabulkan permohonan Musa agar bangsa Israel diijinkan untuk pergi beribadah kepada Allah di padang gurun??? kenapa Tuhan terus dan terus memberikan tulah, namun juga tetap mengeraskan hati Firaun hingga tulah yang kesepuluh terjadi ???
sempat aku bertanya kepada Tuhan seperti itu ketika aku membaca ulang kitab Keluaran.. karena di pikiranku, Tuhan kan bisa melakukan segala sesuatu. kenapa Dia harus mengeraskan hati Firaun, membuat rakyat Mesir menderita dengan sepuluh tulah yang terjadi. bukankah kalau Dia berkehendak atas sesuatu hal, maka Dia akan mampu melakukan segalanya??? Tuhan kan bisa aja langsung membuat Firaun mengiyakan permintaan Musa untuk mengijinkan bangsa Israel keluar dari Mesir dan berdoa kepada Allah di padang gurun...
tapi kenapa di Alkitab, berkali-kali ditulis bahwa Allah mengeraskan hati Firaun ???
ternyata jawabannya sangat simpel. Tuhan ingin menunjukkan kuasaNya,.. Dia mau untuk menyatakan , bahwa Dialah Tuhan. Dia mau menujukkan kebesarannya ...
Dia memang sengaja mempermainkan bangsa Mesir dengan sepuluh tulah yang Dia berikan. Dia sengaja mengeraskan hati Firaun akan kehendakNya, dan dengan semua hal yang terjadi,.. Tuhan mau menunjukkan, bahwa DIalah Tuhan,..Dialah Allah,.. Dialah yang berkuasa atas semuanya.. :)
sebuah renungan yang cukup menarik buatku,..
dari kisah ini, aku belajar sesuatu. Tuhan tak selamanya menjadikan segalanya indah, lancar, sesuai dengan rencana manusia,...
terkadang Tuhan melakukan sesuatu yang menyakitkan, menyesakkan, membingungkan, menyusahkan,.. bahkan mungkin menurut kita itu adalah suatu hal yang buruk,.. namun,.. semuanya nggak demikian, saat kita memakai pikiran Kristus..
ternyata, dari semuanya yang menurut kita buruk itu, justru disanalah kemuliaan ALlah dinyatakan dan Allah semakin ditinggikan,..
:)
guys,.. apakah kita masih seperti bangsa Israel yang tak mau melihat kemuliaan ALlah, dan terus mengeluh karena di mata mereka, mereka adalah orang yang kekurangan, hingga mereka sempat memilih untuk kembali lagi kepada perbudakan Mesir setelah berjalan di padang gurun bersama dengan pimpinan Allah.????
apakah kita masih menilai segala sesuatu yang buruk yang terjadi dari diri kita dengan perasaan dan pikiran manusia kita???
lalu, kapan kita bisa merasakan kemuliaan Tuhan ??? kapan kita bisa mengerti kemuliaan dan kebesaran Tuhan ??? kapan kita bisa mengenal dan mengerti kehendak Bapa jika kita masih mempertahankan paradigma manusia kita????
so,.. ayo kita sekarang menjadi seorang yang tak lagi berfikiran dengan pikiran manusia kita,.. namun dengan pikiran Kristus,.. karena pikiran Kristus adalah yang benar, yang mulia, dan yang harus kita lakukan..
:)
selamat menikmati perenungan2 dengan pikiran Kristus... ^^