tiba-tiba saja, Papi digerakkan Tuhan untuk mengadakan pengakuan dosa di hadapan jemaat kemarin sore saat fellowship di rumah kami. Ini adalah sebuah hal yang baru dalam persekutuan ibadah kami. Ketika Papi berkata, "mari kita saling mengaku dosa kita dan saling mendoakan," semua orang yang hadir hanya diam. Tak ada satu suarapun yang terdengar dari setiap bibir orang yang datang itu. semuanya hanya diam, dan menunduk. berbeda ketika Papi berbicara, "bagi yang digerakkan untuk berdoa mengucapkan syukur, atau sedang dalam sebuah pergumulan, silahkan berbicara, berdoa, dan yang lain saling mendukung dalam doa". saat Papi menyuruh orang2 untuk mengucap syulur atau berdoa, maka akan beriringan orang2 yang berdoa dan saling mendoakan. namun, ketika kemarin sore Papi meminta orang2 untuk mengakui dosa mereka di hadapan jemaat yang datang agar kita bisa saling mendoakan dan yang berbuat dosa menjadi sembuh, maka hanya diam yang menjadi jawaban.
akhirnya, Papi harus memberikan ayat2 Alkitab yang menyatakan keharusan untuk saling mengakui kesalahan dan memaafkan serta saling mendoakan. bahkan hingga menceritakan semua pengalaman yang Papi alami dulu semasa petumbuhan dengan Tuhan hingga menjadi seperti Papi yang sekarang. dulu, papi selalu mengaku dosa di hadapan pertemuan2 remaja yang dia ikuti dan meminta dukungan doa dari mereka semua. dari situlah Papi bisa bebas dengan semua ikatan dan dosa yang dulu dia lakukan, hingga menjadi seorang PApi yang sekarang.
akhirnya, ada seorang rekan yang mengaku dosa mendahului yang lainnya..
"Saya sering mengingkari janji yang saya buat. bahkan di tempat ini ada tiga orang yang janjinya belum saya tepati. Saya juga bermain belakang dalam usaha yang saya lakukan. Saat saya bercanda, secara spontan juga mulut saya mengeluarkan kata2 kotor yang sering kali membuat ibu kos saya terkaget-kaget dan sepertinya dia sakit hati akan hal itu.."
setelah itu orang kedua menyusul untuk mengakui dosanya..
"Saya tidak tulus dalam melakukan semua hal baik yang saya tiru dari Alkitab. saya mencari pengakuan diri dari semua itu, dan saya selalu mencari pembelaan diri saya sendiri melalui firman.."
orang ketiga pun ikut mengaku..
"Aku nggak berani mengucapkan kebenaran. aku masih sering menutupi semuanya..
dan sebenernya, aku perokok. tapi aku sudah bebas, hanya saja aku sudah berbohong selama ini kalau aku bilang aku nggak merokok. sebelum aku dibabtis, aku dapat bahasa roh, dan waktu itulah aku bebas dari rokok, namun selama ini aku sudah menjadi pembohong.."
saudara berikutnya pun juga mengaku dosa, namun kali ini adalah anak asuh Papi yang pertama. ceceku..
"jujur, selama beberapa waktu ini, semenjak Papi sakit, aku menyimpan amarah dan sakit hati sama Papi. aku merasa sikap Papi terlalu sensitif.."
anak asuh Papi yang lain juga mengaku,..dan dia juga ceceku yang tinggal sekamar denganku..dan pengakuannya lah yang membuatku terkaget-kaget..
" aku selama ini, sejak beberapa bulan ini sebenernya menyimpan marah sama Papi, Mami, dan juga Novi..aku merasa semuanya berbeda. aku merasa semuanya nggak lagi sama kayak dulu. sikap Papi Mami, jujur aku merasakan sangat pilih kasih ke Novi dibandingkan dengan kepada aku, dan cece-cece.. saat kami melakukan kesalahan, Papi memarahi kami dengan keras, tapi waktu Novi melakukan kesalahan, Papi dan Mami memberitahunya dengan cara yang lembut.itu juga alasannya kenapa aku lebih memilih pulang telat, di sekolah lama-lama, karena aku merasa stress di rumah. aku merasa nggak nyaman di rumah.."
deg..
Tuhan,.. semuanya benar2 Kau buka !!!!!!!
semua yang selama ini ditutupi oleh cece2ku,.. yang selama ini hanya menjadi sebuah perkiraanku dan pikiranku karena kepekaan rohku,.. namun tanpa kepastian, kini semuanya sudah terbuka. Iblis benar2 ditelanjangi !!!! semua yang selama ini iblis lakukan, terbuka dan dihancurkan..
ternyata, semua yang selama ini menjadi pergumulanku atas sikap cece2 yang ada di rumah, terbuka.. aku juga melihat raut wajah yang sama dengan ku di wajah Papi dan Mami. sebagai seorang Mami, Mami langsung memberikan penjelasan saat itu juga kalau sebenarnya dia nggak pernah melakukan hal2 itu. dan Mami nggak merasa membeda-bedakan aku dan anak2 asuhnya yang lain.
hari itu, semuanya terbongkar, semua hal yang telah dilakukan iblis ditelanjangi dan dihancurkan,..
sore itu juga, hati kami masing2 dibereskan dengan Tuhan..
thank you Lord..