Mengampuni itu Melegakan
Mengampuni itu Melegakan
Fokus Hidup
Dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Filipi 3:14, TB)
Komik dan Alkitab
Ketika mendengar kata "komik", yang ada dipikiran saya adalah balon-balon dengan kata-kata yang kecil, dan struktur yang membingungkan. Saya memang lebih suka membaca tulisan-tulisan seperti novel dan semacamnya dibandingkan dengan komik. Bagi saya, komik itu seperti gambar-gambar yang susah ditebak, dengan tulisan yang tidak terarah dan tidak beralur. Berbeda dengan novel. Saya lebih suka membaca novel. Walaupun ceritanya cukup rumit, tetapi gampang dimengerti, karena terarah.
Yuk..Menginjili Para Kaum Muda!
Shalom...Hai semua..
HP-ku Untuk Pertumbuhan Rohaniku
PERNAH MUDA
Hai sobat teens. Bersyukur jika kali ini, saya, Romauli br Marpaung akan berbagi pengalaman dalam kehidupan saya. Ketika saya berpikir tentang frasa "pernah muda" bukan berarti saya sudah tua ya. Saya masih muda Sobat teens, saat ini umur saya masih 23 tahun. Dibilang muda juga tidak terlalu juga sih, jika dibilang tua juga tidak tua-tua banget. Dalam dunia psikologi, biasanya usia saya ini masuk kategori masa awal dewasa (early adulthood). Saya bersyukur di usia saya saat ini, saya melakukan banyak hal untuk menolong orang lain dalam pelayanan.
Apakah Komik bisa dipakai sebagai Bahan PA?
Shalom sobat teens,
Apakah sobat sekalian merasa asing dengan kata komik? Saya rasa tidak. Sobat semua pasti tidak asing lagi dengan komik. Komik adalah salah satu jenis buku yang menyenangkan berbentuk kartun untuk mengungkapkan karakter dan menerangkan suatu cerita kepada pembaca. Kita sering menjumpainya di manapun apalagi kita sekarang sudah dilengkapi dengan komik online. Kita lebih sering menggunakan komik sebagai alat hiburan dengan melihat gambar dan cerita menarik.
Mengapa Susah Mengampuni?
Ditulis oleh: Lidya
Shalom Teens! Nama saya Lidya. Kali ini saya akan memaparkan sesuatu yang sebenarnya, bukan sebenarnya sih, tapi sering menjadi gejolak dalam hati dan pikiran kita. Berkaitan dengan hal mengampuni, aku punya pertanyaan pembuka nih sebelum kita masuk lebih dalam, Sulitkah mengampuni dan mengapa, kita para generasi muda merasa perlu memberi pengampunan?